Sunday, 20 January 2013

Talking to God

Suatu hari,yang entah kapan dimulai, seorang anak perempuan jatuh cinta untuk pertama kalinya, dibangku smp. Kemudian ia bicara pada Tuhan, " Tuhan,aku suka dia. Dekatkanlah aku dengannya". Tuhan tersenyum lalu mengabulkannya. Namun setelah wktu brselang gadis itu merasa pacarnya terlalu cuek. Lalu ia menelpon Tuhan,"Halo Tuhan, aku tdk bisa lagi dengannya. Aku butuh seseorang yang perhatian padaku"

Tuhan mengangguk,lalu mendekatkan seorang laki-laki brbadan subur dengan segala prhatian& kata2 manis utk si gadis. Namun ternyata laki2 itu kasar,pengancam, dan melontarkan kata2 kasar. Gadis itu lari ke pangkuan Tuhan smbil bersedih,"Tuhan tolong aku,aku tidak bs bersamanya lagi. Aku ingin seseorang yang baik hati dan tdk kasar"

Tuhan mengelus gadis itu lalu mengangguk. Cling! Mendekatlah seorang pemuda hitam manis yg baik hati, sabar,seorang pembasket, bassist sebuah band. Segalanya untuk si gadis. Namun agama berkata lain,ketika masjid dan gereja tak bisa melebur menjadi satu.

"Tuhan, maaf aku meminta lagi. Tapi berikanlah aku laki-laki yg sabar,baik hati,menerima aku apa adanya tanpa protes sedikit pun. Tidak kasar. Loyal padaku."

Dan Tuhan pun mengabulkannya kembali. Datang seorang pemuda bermata sipit,berambut kaku,dan kurus. Pendiam namun perhatiannya tersirat. Tidak mengeluarkan kata2 manis. Tidak kasar. Tidak pernah marah. Loyal.
Gadis itu senang bukan main. Terlebih mendapat yang seagama.
Ketika berkali-kali si gadis kabur karena beban pikiran pun, laki-laki itu mengikutinya dan brusaha membawanya kembali. Tak pduli betapa sulitnya.

Namun keraguan dalam hati gadis itu membuncah,ketika desakan orang tua,keluarga, teman berkata 'tidak'. Gadis itu punya masalah. Laki-laki itu jg punya masalah. Apabila bersatu pasti takkan terselesaikan. Si gadis sudah tua, ia butuh masa depan yg pasti. Lalu ia bersandar di bahu Tuhan,terisak menangis smbil berkata," Tuhan,aku takut. Segalanya tak pasti bersamanya. Maafkanlah aku,dikala Kau sudah mengabulkan apa yg kuminta. Tapi aku ragu menapaki masa depan bersamanya, sudah kucoba menahan,tapi keraguan ini menggerogoti relung hatiku. Sakit,bingung,kosong"

Namun Tuhan tetap memeluk gadis itu," segalanya indah pada waktunya. Berhentilah meminta,dan biarkanlah aku yg merangkai cinta,masa depan,dan pendamping untukmu"
Gadis itu tdur di bahu Tuhan,dengan mata mengering,berharap ketidakpastian kelam itu hilang

2 comments:

  1. critanya bgus... ^_^
    buatan sndiri cyn ?

    http://esekita.blogspot.com/

    ReplyDelete
  2. pemuda bermata sipiit, berambut kaku, dan kurus itu akan selalu ada di saat kamu membutuhkannya. Selalu :')

    ReplyDelete